Heppy bLesDei Mas Ferry
Friday, February 16th, 2007Heppy BlesDei to Mas Ferry
banyak doa..banyak rejeki n semoga tetap dalam lindungan-NYA
Heppy BlesDei to Mas Ferry
banyak doa..banyak rejeki n semoga tetap dalam lindungan-NYA
12. Feb 2007
Lophe Lophe Lophe Lophe…
love for U
Sore cerah di perintis…wah hari ini dapet undangan buat ke dixie..hue males de..untuk dah sms kang Empuw dan minta diinfo aja hasil ketemuannya. UHm hari ini cerah..cuman aku ga ada yg jemput so kayaknya bakal ngrepoti mbak rini lagi nie. maap ye…
Udah 2 hari ini aku lagi sebel ma orang…sebel soalnya ada orang yg bisa2nya melupakan sodaranya sendiri…entah dengan alasan apapun hal itu bikin aku sebel…..Nah untungnya yang dilupakan banyak disayang ma orang…bahkan sempet belain bahwa mungkin dia dilupakan karena emang ga dibutuhin…FIuh baik banged sih dia….tapi Alhamdulillah banged de paling ga dia bener2 dah dewasa dah tau bahwa hidup ga bisa dipaksaain. Tau deh…kok bisa ya..ck ck ck ck sabar sabar.
Semoga selalu dilimpahi berkah dan doa dari orang2 yang benar2 menyayanginya..dan 1 lagi..doa orang tua sepanjang masa
dan terbukti doa orang tuanya membuat dia benar2 dewasa.
Terima kasih sudah mengenalnya
Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih?
Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.
> Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
> Raka : Kamu dong?
> Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
> Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati."
Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.
Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, "Kamu nggak cinta lagi sama aku!"
Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, "Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!"
Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.
Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali.
Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing. "
Lima tahun berlalu.
Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara.
Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang
Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali,
Dara tak menunggunya.
Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.
Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.
> Raka : Apa kabar?
> Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
> Raka : Belum.
> Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
> Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu
> tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.
> Dara tersenyum manis, lalu berlalu.
> "Good bye…."
> Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.
"Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal"
Ketika rasa cinta telah berubah menjadi benci…..rasa benci itulah yang ternyata telah membuat kita merasa kehilangan seseorang yang dahulu kita sia-siakan dan ternyata kita sayangi selamanya… …
hehehe tak Cp aja ne..thx dah kirim email :p